Archive for Oktober, 2009

Film : The Police

Rabu, Oktober 28th, 2009

Namanya Roy. Ia gembong narkoba. Ia licin bagai belut. Tak ada jajaran kepolisian di negeri ini yang mampu membekuknya. Telah lama Roy masuk daftar pencarian orang (DPO) tim narkoba polisi. Tapi ia selalu lolos. Diperankan oleh Fairly Wattimena, Roy selalu merasa bangga bila ia bisa mengelabui polisi untuk kesekian kalinya.

Misalnya dalam sebuah kesempatan itu. Polisi tinggal sejengkal lagi menciduknya. Namun,  gembong narkoba itu mampu berkelit kabur. Hanya karena ia berpindah dari mobil ke bajaj. Roy pun tertawa terbahak-bahak.

Komandan Surya (Ki Kusumo), bos tim antinarkoba, pun pusing. Sebuah strategi baru diusungnya untuk menangkap Roy. Surya mengumpulkan tiga personel polisi yang dinilainya kompeten. Terpilihlah Jono (Vino G. Bastian), Ucok (Teguh Leo), dan Albert (Diaz Theo) yang tergabung dalam trio The Police. Ketiganya beraksi.

Film The Police ini merupakan kerja sama Putra Kusuma Pictures dengan Mabes Polri. Sutradara diserahkan kepada sutradara Hong Kong, A Leung Wong. Jangan bayangkan ini film seperti Dirty Harry-nya Clint Eastwood atau film yang bertema kisah-kisah polisi yang susah membongkar korupsi di tubuh polisi sendiri. Ini film 100 persen komedi.

Dikisahkan, meski nama berbau Jawa, Jono adalah perwira berdarah Betawi. Ia selalu didesak keinginan sang bapak, H. Dulloh (Malih), untuk segera kawin. Bersama sohibnya, Ucok, mereka selalu mengungkap kejahatan kelas teri. Ucok pun kerap membantu Jono memuluskan hasrat cintanya pada seorang gadis bernama Anita (Marrisa Nasution). Sedangkan Albert adalah polisi asal Ambon yang jago otomotif.

Di tangan Leung Wong, film ini dikemas menjadi film dagelan ala Hong Kong. Banyolan diumbar sejak awal pemutaran film. Bayangkan, adegan dibuka dengan menampilkan anak buah Roy mengeluarkan narkoba yang disimpan di dalam anus. Garing sekaligus menjijikkan.

Komedi yang dibesut Leung Wong pun bukan barang baru. Saat Jono berlari kencang mengejar pencopet, adegan lari yang dikemas mengingatkan kita pada adegan Kung Fu Hustle milik Stephen Chow.

Justru adegan lucu baru terasa renyah kala akting Vino beradu dengan Malih. Sebagai ayah dan anak, meski wajahnya jauh berbeda, mereka terbilang klop. Lakon Vino yang slebor cocok dengan gaya Malih sebagai Betawi kolot. Apalagi saat sang babe menuduh anak semata wayangnya sebagai penyuka sesama jenis, lantaran tak pernah membawa cewek ke rumah.

Akting Vino mengalami kemajuan dalam film ini. Adegan penyamaran yang mengharuskan ia menjadi waria dan tampil telanjang mematangkan akting Pemeran Pria Terbaik versi Festival Film Indonesia (FFI) 2008 itu.

Meski digarap sineas impor dan diolah di Hong Kong, kemasan action-nya jauh dari film Merantau yang digarap sutradara asal Inggris, Gareth Evans. Aksi baku tembak yang menuntut letusan api, kejar-kejaran di jalan raya, dan pecahan kaca mobil tak terkemas sempurna. Walhasil, adegan-adegan dalam film berbiaya Rp 8 miliar ini tak terlihat meyakinkan. Debut kedua rumah produksi yang dibangun paranormal itu belum lebih bagus dari film perdananya, Rantai Bumi.

Di tengah reputasi polisi yang sedang dipertaruhkan dalam menghadapi teroris, diluncurkannya film konyol tentang polisi menjadi terasa “aneh”. Dalam film ini kita juga bisa melihat Kepala Divisi Humas Mabes Polri Abu Bakar tampil dalam sebuah adegan. Ki Kusumo menyatakan tujuan utama film ini ingin memberi citra baru pada polisi,

“Kalau saya bikin film polisi ini dengan kemasan drama serius, nanti orang malah jenuh,” Ki Kusumo berkilah. Tapi caranya menampilkan anggota tim reserse polisi yang dalam film cenderung konyol justru bisa jadi bumerang tersendiri.
Judul: The Police
Genre: Komedi aksi
Sutradara: A Leung Wong
Produksi: Putra Kusuma Pictures
Pemain: Vino G. Bastian, Marrisa Nasution, Teguh Leo, Diaz Theo, Ki Kusumo.

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

No Comments

Category Film / Tags: /

Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Yahoo, reddit, Blogmarks, Google, Magnolia.

Top 10 Issue Indonesia, Minggu Pertama Oktober 2009

Rabu, Oktober 28th, 2009

  1. Harga emas kembali menanjak. Kemarin (30/9), harga emas kembali menembus level 1.000 dollar AS per troy ounce, setelah sebelumnya sempat turun ke kisaran 900 dollar AS per troy ounce.  Data Bloomberg pukul 17.30 WIB kemarin, harga emas untuk pengiriman Oktober di Comex Futures NYMEX Amerika Serikat berada di angka 1.000,8 dollar AS per troy ounce. Harga ini naik 0,78 persen dibandingkan harga sehari sebelumnya yang sebesar 993,1 dollar AS per troy ounce.
  2. Aset atau barang milik negara (BMN) yang hancur atau hilang akibat bencana alam termasuk gempa seperti yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) akan dihapus oleh pemerintah.
  1. Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengakui bantuan untuk korban gempa di Sumatera Barat menumpuk di kantor-kantor Bupati. Bantuan belum bisa didistribusikan karena terkendala transportasi. Bachtiar telah menginstruksikan Gubernur Sumatera Barat, untuk menyalurkan bantuan yang menumpuk di kantor-kantor Bupati dengan mobil rescue yang berukuran kecil.
  1. Bank Indonesia (BI) menjamin gempa yang terjadi di wilayah Sumatera Barat tidak akan menyebabkan terganggunya aktivitas perbankan di daerah tersebut. Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad mengatakan pasokan uang tunai di daerah gempa tersebut dipastikan tidak akan terganggu. Pasalnya, BI memiliki jumlah uang yang tersimpan di dalam tempat penyimpanan uang yang cukup besar mencapai Rp 1 triliun. Dan tempat penyimpanan uang itu tadi rusak.
  2. Pesan singkat (SMS) berupa ancaman yang ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya berbuntut panjang. Tim kuasa hukum KPK akan melaporkan hal tersebut kepada Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Senin (5/10) siang ini.
  3. Pemerintah berencana bakal memberikan insentif perpajakan kepada para penyumbang, baik perseorangan maupun perusahaan.  Nilai uang atau barang yang disumbangkan bisa menjadi pengurang pendapatan bruto untuk menghitung penghasilan kena pajak.
  4. Meski hujan deras mengguyur Kota Padang mulai  pukul 16.00 Wib hingga 20.00 Wib, upaya Tim SAR untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan tetap dilakukan. Terlihat tim evakuasi dari BASARNAS, TNI, Polri, rescue teams negara asing, serta para relawan terus mencari korban yang tertimbun dalam reruntuhan Hotel Ambacang di Padang.
  5. Pemerintah menyediakan dana Rp 6 triliun untuk proses rehabilitasi berbagai prasarana fisik dan rumah warga yang hancur akibat gempa berkekuatan 7,6 skala Richter di Sumbar.  Menko Kesra Aburizal menjelaskan, anggaran Rp 6 triliun yang disediakan pemerintah itu nantinya akan diperuntukkan bagi perbaikan rumah-rumah warga yang hancur sebesar Rp 3-4 triliun.
  6. Pihak kepolisian terus mengumpulkan barang bukti terkait meledaknya balon gas raksasa di kawasan Sudirman, Minggu (4/10) kemarin, saat syuting iklan sebuah provider telepon seluler. Akibat peristiwa tersebut, puluhan orang mengalami luka bakar serius.
  7. Kota Manado bertekad menjadi kota pariwisata dunia pada tahun 2010. Cita-cita ini menjadi  tangung jawab seluruh warga kota Manado, Sulawesi Utara. Sekretaris Daerah Kota Manado Harold Monareh di Manado, mengajak       masyarakat Manado untuk turut menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan menyenangkan untuk semua orang.
  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

Menuju Revolusi

Rabu, Oktober 28th, 2009

aku harus tenang
mendekati cermin yang kokoh membentang
percaya ku, rindu kan menyelamatkan pulang
menjenguk waktu yang kini menjelang

ku lihat-lihat kebelakang
ke seberang dinding tempatmu tak bergeming
meski musim telah berlalu menggelinding
sepertilah roda, memaksa aku berpaling!

kulihat lagi hidupku dicermin
bayangan semu ini nyatanya tak menjamin
kenyataanku dibalikkan sejak kemarin
kenapa aku masih bercermin?

ah aku harus berpaling
bersiar keras kepada sekeliling
aku benci cermin yang membuatku sinting
kini aku pulang melanjutkan revolusi yang terasing…

- De -

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

No Comments

Category Sajak / Tags: /

Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Yahoo, reddit, Blogmarks, Google, Magnolia.

Jantungku

Rabu, Oktober 28th, 2009

sssttt…
sepertinya ada yang menderu
layaknya perang di lautan aru
bukanlah peluru yang datang menyerbu

sssttt…
sepertinya genderang bertalu-talu
seolah pertanda kan datang haru biru
tapi, pasti pula bukan maksud itu

sssttt…
suara itu dekat padaku
sekiranya itu aku tau
ku hanya ingin kau pun jadi tau

sssttt…
ada alasan kenapa ia begitu

- De -

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

No Comments

Category Sajak / Tags: /

Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Yahoo, reddit, Blogmarks, Google, Magnolia.

Asmara

Rabu, Oktober 28th, 2009

Asmara,
tatkalanya, ia adalah hati penuh kata
cahayanya gemilang melukis pelita
suatu masa saat tutur bicara menjadi terbata

Dalam Asmara,
gejolaknya menjadi mata
jenderal pun buta, runtuh dari tahta
imajinya, istana sang prahara

Apakah Asmara?
Dalam wacana, ia selalu terbawa
Terbaca dalam rangkai penuh asa
Bersamanya, adalah jiwa yang kusebut cinta

Dan hai Kau Asmara
kisah serpih perkakas kasih
sebentuk hampa dalam nyata
tumbuh, ikuti perangai tanpa letih

- De -

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

No Comments

Category Sajak / Tags: /

Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Yahoo, reddit, Blogmarks, Google, Magnolia.

Bunga Fajar

Rabu, Oktober 28th, 2009

Dinda, hari apakah ini?
terlalu pagi untuk suatu elegi
apakah gerangan yang terjadi?
adakah ia punya arti?

bingunglah aku, tak mengerti alur
tiada kuasa kata untuk tertutur
tatkala pikiran lalu masuk liang kubur
nyatalah kata jujur kini hancur lebur

Oh..dinda, ceritakanlah Tuhanku tak mati
pungut ia dalam dongeng malam ini
dan jadilah kau srikandi
bunga fajar yang menghangatkan bumi…

- De -

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

No Comments

Category Sajak / Tags: /

Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Yahoo, reddit, Blogmarks, Google, Magnolia.

Tenggelam

Rabu, Oktober 28th, 2009

Sebaiknya aku diam
menanti awan berhenti kelam
bertaruh renung ke masa yang silam
relakanlah ku padam

rindu pada pikiran awam
membuat ku melarung visi tinggalkannya karam
dan bahagia bila ku dengar kau menjadi paham
biarlah aku kian tenggelam

mungkin takkan mati suatu waktu
kala wangi surga mengingatkanku padamu
hanya satu yang selalu kutahu
manis senyummu adalah harta bagiku

dan lihatlah ke langit biru
sebuah masa kan abadi untuk dirindu
sehingga bahagia bila ku ingat kau tersipu
berjumpaku, ketika hari masih muda itu…

- De -
  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

No Comments

Category Sajak / Tags: /

Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Yahoo, reddit, Blogmarks, Google, Magnolia.

Hujan

Rabu, Oktober 28th, 2009

Ialah kehendak raja diraja
Pembersih besar debu semesta raya
Gelegar bijak norma-norma rta
Ancaman bagi kuasa kemarau cuaca

Terlihat pula ia raksasa
musuh laten kutub barat dunia
Jenderal bagi pembaharuan suasana
Butiran kecil yang kan memenuhi angkasa

Tersebutlah hujan yang turun
Hapus kering cuaca yang menahun
Bangunkan pikiran dari telan lamun
Ahh..sepantasnya ku tidak melamun

Bersama iringan hujan yang terlantun
Sekedar kata yang segera menuntun
Sekarang aku sudah terbangun
Bersama hujan ku kan coba membangun

- De -

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

No Comments

Category Sajak / Tags: /

Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Yahoo, reddit, Blogmarks, Google, Magnolia.

Jenis Ilmu : Antara Formal dan Empiris

Senin, Oktober 26th, 2009

Jenis ilmu menurut substansinya dibedakan antara Ilmu Formal dan Ilmu Empiris. Ilmu formal dikenal sebagai ilmu yang tidak bertumpu pada pengalaman (empiri), hal ini dikarenakan obyek yang dipelajari dalam kelompok ilmu ini adalah struktur logikal yang lebih cenderung menggunakan sistem penalaran dan sistem perhitungan (matematika), dengan kata lain ilmu formal tidak memiliki ketergantungan dengan apa yang berlaku di alam kenyataan. Sehingga validitas dari ilmu formal tidak ditentukan oleh kenyataan empiri, melainkan ia ditentukan secara independen oleh rancangan jaringan (network) dari sistem penalaran dan matematikal (logikal) itu sendiri. Jadi jenis ilmu ini tidak dinilai berdasarkan kebenaran/kesesuaian dengan kenyataan di lapangan (empiri) melainkan ditentukan oleh validitasnya sendiri sesuai sistem yang sudah menjadi bawaannya sendiri berdasarkan konsensurs ilmu logikal (matematikal).

Contoh : Taksonomi Bloom (download)

Atas dasar keberadaan jenis ilmu formal sebagaimana yang disebutkan di atas, melahirkan sistem formal yang semata-mata berupa produk rekaan akal budi manusia, oleh sebab itu ilmu formal sering dikenal sebagai produk konvensi (perjanjian) atau sistem bahasa formal.

Kelompok ilmu formal memiliki keunggulan sebagai seni meramal secara ilmiah tentang kenyataan atau pengalaman dalam hal tertentu terkait pengukuran. Oleh sebab itu disebut sebagai pengetahuan yang “a priori”, yaitu pengetahuan yang mendahului pengalaman. Van Melsen[1] menyebutkan ilmu formal terdiri atas logika dan matematika, serta kini teori sistem juga masuk ke dalamnya.

Ilmu Empiris, adalah ilmu yang nilai kebenarannya sangat ditentukan oleh pembuktian kenyataan di lapangan (empiri). Kelompok ilmu ini keberadaannya bermaksud menyajikan pernyataan-pernyataan atau penjelasan teoritis mengenai fakta yang aktual di lapangan. Kebenaran argumen ilmiahnya ditentukan oleh kesesuaian antara hasil kajian dengan fakta-fakta dari kenyataan aktual di lapangan. Disamping itu juga didasarkan pada pembuktian rasional dan konsistensi yang stabil dari hasil.

Berbeda dengan ilmu formal, ilmu empiris dimungkinkan untuk melakukan kegiatan antinomi.[2] Dengan catatan antinomi tersebut tidak mengurangi nilai kebenaran dari kenyataan. Selanjutnya dapat disebutkan,  meskipun dalam jenis ilmu, antara ilmu formal dan empiris dibedakan secara substansial, namun dalam prakteknya, ilmu empiris harus didukung oleh logika dan matematika yang telah dijelaskan sebelumnya merupakan bagian dari ilmu formal.

Kebutuhan Ilmu Empris terhadap Ilmu Formal adalah untuk melakukan kontrol bagi validitas penalaran dari kegiatan empiris yang dilakukan (yang telah mendapatkan hasil), mekanismenya yaitu sebagai batu penguji pernyataan-pernyataan teoritis atau hipotesis. Jadi kebenaran yang dimaksud dalam kelompok ini adalah hasil korespondensi antara pernyataan teoritis  teoritis dengan fakta empiris dengan juga didukung oleh penalaran berdasarkan Ilmu Formal.

Karena ilmu empiris ini mengkaji pengalaman dengan bantuan indrawi, maka kajian baru dapat dilakukan setelah adjektif kajian atau apabila fakta itu sudah dialami terlebih dahulu oleh  suatu masyarakat tertentu, atau paling tidak bisa dipahami oleh indrawi sebagai  fakta oleh peneliti.

Karena bersumber dan bertumpu pada empiri, maka produk ilmiah yang dihasilkan disebut pengetahuan “a posteriori”, atau juga dikenal sebagai ilmu-ilmu positif. Dalam perkembangannya ilmu empiris ini dibagi menjadi dua,[3] yaitu ilmu-ilmu alam (nature wisenschaften) dan ilmu-ilmu manusiawi (geisteswissenschaften).

Dengan mengadakan pemisahan dari penjabaran jenis ilmu tersebut, maka perbedaan yang dapat digambarkan antara Ilmu Formal dan Ilmu Empiris adalah sebagai berikut :

Tabel Formal-Empiris


DAFTAR PUSTAKA

[1] Lihat dalam A. G. M. van Melsen, Natuurwetenschap en Techniek, Aula, Utrecht, 1960.

[2] Antinomi dalam hal ini berarti pertentangan yang ada karena hasil atau produk penelitian yang disimpulkan berbeda satu sama lain antar peneliti. Lihat dalam B. Arif Sidharta, Refleksi Tentang Struktur Ilmu Hukum: Sebuah Penelitian tentang Fundasi Kefilsafatan dan Sifat Keilmuan Ilmu Hukum Sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Hukum Nasional Indonesia, Cetakan ke-1, Penerbit: Mandar Maju, Bandung, 1999.

[3] Pembagian ini didasarkan pada obyek bidang kajiannya, lihat dalam B. Arif Sidharta, Ibid.

[4] terkecuali dalam keadaan tertentu, yang oleh Thomas Kuhn ditegaskan bahwa terdapat kemungkinan ilmu (science) berubah secara revolusioner akibat adanya anomali atas eksistensi paradigma I, lihat Thomas Kuhn The Structure of Scientific Revolutions, University of Chicago Press, 1977.

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

Bangsa Kasihan

Rabu, Oktober 21st, 2009

BANGSA KASIHAN


Kasihan bangsa
yang mengenakan pakaian
yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum
yang tidak ia panen
dan meminum susu
yang ia tidak memerasnya

Kasihan bangsa
yang menjadikan orang dungu
sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan penjajah
sebagai hadiah

Kasihan bangsa
yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya
ketika tidur,
sementara menyerah padanya ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tidak angkat suara
kecuali jika sedang berjalan
diatas kuburan,
tidak sesumbar
kecuali di reruntuhan,
dan tidak memberontak
kecuali ketika lehernya sudah berada
di antara pedang dan landasan

Kasian bangsa yang negarawannya serigala,
filosofnya gentong nasi
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa
yang menyambut penguasa barunya
dengan terompet kehormatan,
namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk menyambut penguasa baru lain
dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa
yang orang sucinya dungu
meghitung tahun-tahun berlalu,
dan orang kuatnya masih alam gendongan.

Kasihan bangsa
yang terpecah-pecah,
da masing-masing pecahan
menganggap dirinya sebagai bangsa

(Kahlil Gibran)

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

No Comments

Category Sajak / Tags: /

Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Yahoo, reddit, Blogmarks, Google, Magnolia.

« Older Entries | Newer Entries »

Top of page