Archive for the ‘ Berita Lain ’ Category

Ary Siap Beberkan Fakta ke TPF Tak Pernah Bertemu Pimpinan KPK

Selasa, November 3rd, 2009

Selasa, 3 November 2009 | 07:07 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ary Muladi memastikan bahwa hingga kini dirinya tak pernah sekali pun bertemu dengan pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi, termasuk Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Ary juga siap dimintai keterangan oleh tim pencari fakta independen.

Pengakuan tersebut disampaikan Ary Muladi kepada Kompas, didampingi pengacaranya, Sugeng Teguh Santosa, Senin (2/11) di Jakarta.

”Saya tidak pernah sekali pun bertemu dengan Chandra, Bibit, Jasin, Ade Rahardja, dan Bambang Widaryatmo. Uang dari Anggodo yang diberikan kepada saya tak pernah saya berikan kepada mereka. Saya enggak tahu siapa-siapa di KPK,” kata Ary.

Anggodo merupakan adik dari Anggoro Widjojo, Direktur Utama PT Masaro. Anggodo memberikan uang kepada Ary untuk diteruskan kepada pimpinan KPK. Namun, uang tersebut pada akhirnya diserahkan kepada kenalannya, seorang pengusaha asal Surabaya bernama Yulianto.

Sebelumnya, dalam pemeriksaan pertama kali sebagai saksi untuk kasus Chandra dan Bibit pada 11 Juli 2009, Ary mengaku memberikan langsung uang itu kepada Chandra dan Bibit. Keterangan itu lalu dituangkan dalam dokumen kronologis 15 Juli 2009. Kemudian, pada 14 Agustus 2009, polisi menangkapnya atas tuduhan pidana penipuan dan penggelapan.

Menurut Ary, setelah ditangkap dan diperiksa kembali oleh polisi pada 18 Agustus 2009, dirinya mengakui bahwa keterangannya soal pemberian uang kepada Chandra dan Bibit adalah bohong belaka. Ary mengatakan, nuraninya akhirnya memutuskan dirinya untuk mengakui semuanya kepada polisi.

”Saat itu saya berpikir, sampai kapan saya harus bohong terus? Apa jadinya kalau saya dipertemukan dengan mereka (pimpinan KPK) yang tidak pernah saya temui? Karena itu, saya putuskan mengakui yang sebenarnya kepada polisi,” kata Ary.

Dalam pemeriksaan polisi, Ary juga mengaku Yulianto sempat memberinya kembali uang (30.000 dollar AS) yang lalu dimasukkannya ke rekeningnya di Bank Mandiri dan BCA. Ary mengaku tidak tahu apakah Yulianto benar-benar memberikan uang dari Anggodo kepada Chandra dan Bibit.

Menurut Ary, Yulianto dikenalnya antara tahun 1999 dan 2000 di Surabaya. Yulianto kerap mengaku sebagai orang yang dekat dengan kalangan penegak hukum. Berdasarkan reka ulang polisi terkait pertemuannya dengan Yulianto, polisi telah menemukan jejak Yulianto di Hotel Crowne, Gatot Subroto, Jakarta.

Menurut Ary, dia juga pernah menemui Yulianto, di antaranya di Kafe Victoria di Plaza Senayan dan Mal Pondok Indah, Bellagio Kuningan, Pasar Festival Kuningan, dan Restoran Warung Daun di Jalan Wolter Monginsidi.

Permintaan dari Anggodo

Ary mengatakan, awal keterlibatannya dalam persoalan ini adalah ketika Anggodo menghubunginya saat Kantor Masaro digeledah KPK pada tanggal 29 Juli 2008. Anggodo meneleponnya melalui nomor telepon Rebert, anak Anggodo.

Ketika itu, Ary tengah berada di Bali. Anggodo meminta bantuan Ary apakah ada kenalan di KPK yang bisa membantu. Ary menyanggupi dan langsung menelepon Yulianto, di luar pengetahuan Anggodo.

”Saya teringat Yulianto karena selama ini dia klaim dekat dengan kalangan penegak hukum,” ujar Ary.

Sugeng Teguh Santosa memastikan kliennya, Ary Muladi, siap diperiksa tim pencari fakta (TPF) independen. Sugeng juga akan memohonkan perlindungan saksi bagi Ary ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Ary hingga kini berstatus sebagai saksi dalam perkara yang menjerat Chandra dan Bibit.

Sementara itu, ketika melaporkan soal penyadapan ke Mabes Polri, Jumat (30/10), Anggodo membantah soal kronologis terbaru versi Ary. Anggodo sempat berujar dia merasa dipermainkan.

”Saya yang merasa dikerjai. Ya memang dia (Ary) mau bohong, wong sudah tanda tangan kronologis dan kronologis itu bukan kronologis saya bikin. Saya bikin saya punya kronologis dan dia (Ary) membikin kronologis dia. Ya, kalau dia enggak mau buka, tunggu saja dia. Nyata itu,” tutur Anggodo.

Ditanya apakah dirinya merasa diperas atau justru berusaha menyuap pimpinan KPK, Anggodo hanya berujar no comment.

Pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang, pada hari yang sama juga tidak dapat menjelaskan apa upaya pemerasan yang dirasakan kliennya. Bonaran berkilah ada permintaan ”atensi” (uang) dari pihak pimpinan KPK kepada kliennya yang disampaikan melalui Ary. (sf)

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

Malaysia Mengklaim Bunga Raflesia Arnoldi

Rabu, Oktober 28th, 2009

BENGKULU, KOMPAS.com - Klaim Malaysia terhadap bunga Raflesia arnoldi membangkitkan semangat Kelompok Peduli Puspa Langka Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang untuk melestarikan habitat flora langka itu.

“Terus terang kami sakit hati mengetahui dari media bahwa Malaysia juga mengklaim bunga Raflesia,” kata Ketua Kelompok Peduli Puspa Langka Holidin, Minggu (25/10).

Padahal, semangat masyarakat sudah berkurang untuk menjaga setiap bunga yang mekar di kawasan Hutan Lindung dan Cagar Alam Taba Penanjung.

Dengan adanya klaim tersebut, anggota kelompok kembali bersemangat membersihkan kawasan dua bunga Raflesia yang mekar di perbatasan Kota Bengkulu-Kepahiang sejak dua hari terakhir.

“Ada dua yang mekar, posisinya 200 meter dari jalan raya. Sebenarnya kami tidak semangat membuka jalan karena medannya curam, tetapi mengingat klaim Malaysia atas Raflesia, semangat anggota kelompok jadi tinggi,” katanya.

Holidin mengatakan satu bunga sedang mekar sempurna dan diperkirakan masih mekar hingga empat hari ke depan.

Bunga yang mekar tersebut berada di kemiringan 65 derajat dengan diameter 80 cm, dan dapat dinikmati pengunjung hingga 12 hari ke depan sebelum membusuk.

Satu bunga lainnya masih mulai membuka kuncup dan diperkirakan mekar sempurna enam hari lagi. Selain dua bunga tersebut, kelompok ini juga menemukan dua calon bunga sebesar bola kaki, dan lima yang sebesar bola kasti.

Diperkirakan hingga satu bulan ke depan calon bunga itu akan berbunga secara bergantian. “Jadi, pengunjung punya banyak kesempatan untuk melihat bunga ini di habitatnya langsung,” katanya.

Selain tujuh calon bunga tersebut, Holidin yang saat ini sedang membersihkan lokasi bunga dan merintis jalan setapak bagi pengunjung mengatakan enam inang bunga Raflesia juga menunjukkan tanda-tanda calon bunga yang biasa disebut tombol.

Jumlah tombol, belum bisa dipastikan karena pihaknya belum menghitung. “Kelihatannya banyak calon bunga yang akan muncul karena ada enam inang yang kami temukan dengan banyak tombol, atau benjolan calon bunga,” katanya.

Holidin dan timnya telah membuat tanda bagi pengunjung dengan memasang papan di pinggir jalan raya, dan kelompok tersebut juga telah membuka jalan setapak untuk pengunjung yang berniat menikmati flora langka itu.

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

Facebook Membuat Fitur untuk “Orang Meninggal” Online

Rabu, Oktober 28th, 2009

23165

KOMPAS.com – Dalam waktu dekat, Facebook menyediakan fitur baru untuk menandai pengguna yang sudah meninggal. Namun, situs jejaring sosial yang sudah berumur lima tahun itu menyatakan tidak akan menghapus profil pengguna yang telah mati.

“Menguburkan sebuah akun juga mencegah orang lain melakukan login ke dalamnya, namun tetap memungkinkan teman dan keluarganya untuk meninggalkan pesan di wall sebagai ungkapan simpati,” kata Max Kelly, dalam blog resmi Facebook.

Langkah yang dilakukan Facebook adalah membedakan profil orang yang telah meninggal. Beberapa fitur akan dikurangi seperti menghilangkan seluruh nomor kontak, email, dan tombol login. Profil tersebut juga tidak akan muncul di bagian “suggestions” dan hanya muncul di hasil pencarian jika dilakukan orang-orang yang sudah masuk jaringan pertemanannya.

“Kuburan” online ini nantinya baru akan diberlakukan pada profil tertentu berdasarkan permintaan dari teman atau keluarga. Dengan fitur baru tersebut, Facebook berupaya membangun layanannya agar tetap menjadi penghubung sosial, pertemanan dan tali kekeluargaan, yang saat ini digunakan lebih dari 300 juta pengguna di seluruh dunia.

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

Nama Presiden SBY Dicatut

Rabu, Oktober 28th, 2009

Polisi Harus Proaktif
Wakil Jaksa Agung AH Ritonga (tengah) didampingi Jaksa Agung Muda Intelijen Iskamto (kanan) menanggapi beredarnya transkrip percakapan dugaan rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK yang dikaitkan dengan dirinya di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (27/10). Ritonga membantah terlibat dalam dugaan rekayasa itu.

Rabu, 28 Oktober 2009 | 05:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa namanya dicatut dalam rekaman pembicaraan yang mengindikasikan kriminalisasi terhadap Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

”Saya tanyakan dan konsultasikan hal ini dengan Presiden. Presiden menegaskan tidak pernah ada pembicaraan kepada siapa pun mengenai posisi Wakil Jaksa Agung,” kata Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/10).

Transkrip yang beredar saat ini terkait percakapan seseorang yang diduga Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo, tersangka kasus korupsi proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Perhubungan, dengan sejumlah orang yang diduga pejabat di Kejaksaan Agung. Rekaman itu mengungkapkan upaya kriminalisasi terhadap Bibit dan Chandra, Wakil Ketua (nonaktif) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Kompas, 27/10).

Menurut Dino, ”Presiden menegaskan, itu adalah aksi pencatutan nama oleh orang yang diberitakan menyatakan itu dalam rekaman. Sama sekali tidak benar. Presiden mengharapkan masyarakat tak terpengaruh pada berita pencatutan nama itu.”

Ketika ditanyakan apakah Presiden sudah membicarakan atau melakukan klarifikasi mengenai rekaman itu kepada KPK, kejaksaan, atau kepolisian, Dino tak memberikan jawaban.

Program 100 hari

Anggota Komisi III DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Trimedya Panjaitan, berpandangan, seharusnya penyelesaian konflik antara ”cicak dan buaya”, yaitu KPK dan Polri, tergambar jelas dalam program 100 hari bidang hukum pemerintahan Yudhoyono.

Apabila ada rapat kerja Komisi III dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, dia akan mempertanyakan hal itu karena kasus ini jelas terkait dengan arah pemberantasan korupsi di Indonesia lima tahun mendatang.

Secara terpisah, Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mendorong Polri proaktif menyelidiki kebenaran rekaman yang menunjukkan kemungkinan terjadinya rekayasa kriminalisasi kasus pimpinan KPK. ”Polri jangan pasif menunggu. Polri harus jemput bola bekerja profesional dan obyektif mengungkap kasus itu,” ujarnya.

Langkah proaktif yang bisa dilakukan Polri adalah membentuk tim dan segera mendatangi KPK untuk mengecek kebenaran rekaman itu. Polri juga bisa memanggil orang-orang yang ada dalam rekaman itu untuk diperiksa.

Neta S Pane dari Indonesian Police Watch mengatakan, polisi harus segera minta rekaman itu kepada KPK. ”Bukti itu untuk meyakinkan masyarakat bahwa polisi bekerja profesional. Jika dalam pemeriksaan ada indikasi rekayasa terhadap KPK, Polri harus memeriksa orang yang terlibat dalam rekayasa itu,” ujarnya.

Namun, pengajar kajian ilmu kepolisian Universitas Indonesia, Bambang Widodo Umar, mengatakan, ”Jangan berharap polisi atau kejaksaan bisa adil dalam penyelesaian kasus Bibit dan Chandra. Apalagi, mereka diduga sebagai pihak yang ingin melemahkan KPK.”

Menurut Bambang, apa yang terjadi saat ini adalah konflik antarlembaga. ”Hanya Presiden yang bisa memutuskan. Untuk proses hukumnya bisa diselesaikan melalui Mahkamah Konstitusi atau Mahkamah Agung. Untuk penyelidikan dan penyidikan perlu dibentuk tim independen,” katanya.

Bambang menambahkan, alternatif lainnya adalah meminta DPR bersikap dan meminta keterangan kepada KPK, Polri, dan kejaksaan. ”Bahkan, jika diperlukan, Presiden juga bisa dipanggil untuk memberikan kejelasan,” ujarnya.

Minta perlindungan

Di Jakarta, Selasa, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) AH Semendawai mengakui, pada Juli-Agustus 2009 Anggoro dan Anggodo memohon perlindungan kepada LPSK. Namun, belum bisa dipastikan apakah permohonan itu dikabulkan atau belum.

Semendawai tak menjelaskan lebih rinci permohonan perlindungan bagi Anggoro dan Anggodo itu terkait perkara apa. Perlindungan saksi dapat diberikan kepada seorang tersangka sepanjang pemohon merupakan saksi dalam perkara yang berbeda.

Komisioner Bidang Perlindungan Myra Diarsi mengatakan, LPSK tak akan memublikasikan apakah permohonan seseorang dikabulkan atau tidak. Hal itu demi keperluan hukum itu sendiri. Lain halnya jika pemohon memublikasikan statusnya sebagai saksi yang dilindungi atau tidak.

Sebaliknya, Sugeng Teguh Santosa, pengacara Ary Muladi, mengatakan kini kliennya ketakutan. Salah satu penyebab yang membuat Ary ketakutan adalah soal keputusannya mencabut keterangan dalam berita acara pemeriksaan pada 18 dan 26 Agustus 2009. Keterangan yang dicabut itu terkait pengakuan Ary yang menyatakan pernah memberikan uang suap dari Anggodo kepada Chandra dan Bibit. Dia sebelumnya disuruh Anggodo untuk mengakui pemberian itu.

Menurut Ary kepada Sugeng, Anggodo membuat sendiri kronologi 15 Juli 2009 soal pemberian suap itu. Ary juga diminta menandatanganinya.

Menurut Sugeng, Ary memberikan uang dari Anggodo itu kepada seorang pengusaha asal Surabaya, Yulianto. Namun, Yulianto hingga kini belum jelas.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna mengatakan, polisi masih kesulitan mencari identitas Yulianto. Yulianto belum dapat dinyatakan sebagai buronan.

Pelemahan KPK

Bambang Widjojanto, seorang penasihat hukum Bibit dan Chandra, meminta Presiden cepat bersikap terhadap dugaan pelemahan KPK oleh lembaga lain. Beberapa waktu lalu keduanya juga sudah mengirimkan surat pribadi kepada Presiden.

”Surat itu disampaikan sebelum pelantikan. Isinya antara lain permintaan agar masalah ini diselesaikan cepat,” katanya.

Danang Widoyoko dari Indonesia Corruption Watch juga mendesak pelemahan KPK ditangani serius, tak perlu menanti kasus Bibit dan Chandra ke pengadilan. (SUT/IDR/AIK/DAY/SF)

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

Asteroid Jatuh Di Laut Bone

Rabu, Oktober 28th, 2009

Pada tanggal 8 Oktober 2009 lalu terjadi ledakan yang berpusat di perairan teluk bone, setelah diselidiki ternyata ledakan tersebut akibat jatuhnya meteorit yang berasal dari asteroid berdiameter sekitar 10 meter ke bumi.

“Ledakan terjadi karena tekanan atmosfer menyebabkan pelepasan energi yang cukup besar, di mana kecepatan jatuh meteorit tersebut sekitar 20,3 km per detik atau 73.080 km per jam,” kata pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Thomas Djamaluddin di Jakarta, Selasa (27/10).

Sistem pemantau internasional untuk larangan percobaan nuklir dari 11 stasiun, ujarnya, melaporkan telah mendeteksi adanya ledakan besar yang berpusat di sekitar lintang 4,5 LS dan bujur 120 BT, sekitar pukul 11.00 Wita pada 8 Oktober. Analisis ledakan menunjukkan bahwa kekuatan ledakan sekitar 50 kiloton TNT (trinitrotoluena) dan sinyal ledakan tersebut juga mencapai stratosfer yang tingginya lebih dari 20 km.

Kebanyakan asteroid yang jatuh tidak menyebabkan kerusakan di bumi, kecuali diameternya mencapai lebih dari 25 meter. Dikatakan Djamal, berdasarkan perkiraan sebaran meteoroid-asteroid di antariksa dekat bumi, obyek seperti itu punya kemungkinan jatuh di bumi setiap 2 sampai 12 tahun.

Pada Kamis (8/10), warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan adanya suara ledakan di mana sejumlah saksi mata sempat melihat benda memancarkan api dan asap di udara.

Namun, informasi yang beredar simpang siur, kebanyakan mengira ledakan itu merupakan ledakan pesawat jet tempur Sukhoi yang sedang melakukan latihan dari markasnya di Skuadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hassanuddin, Makassar.

Sedangkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) IV Makassar sempat mengaku telah terjadi gempa kecil sebesar 1,9 skala Richter (SR) di permukaan di perbatasan Kabupaten Bone dan Wajo, di mana di wilayah tersebut terdapat Patahan Sa`dang.

Warga lainnya menyebutkan, ledakan yang sempat menimbulkan getaran di darat tersebut disebabkan aksi bom ikan yang dilakukan nelayan setempat, tetapi ada pula warga yang telah menduga bahwa benda tersebut adalah meteorit.

Sumber : http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/27/16060943/ledakan.bone.adalah.asteroid.jatuh

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

Ciri-Ciri Wanita yang Sedang Jatuh Cinta Pada Anda

Rabu, Oktober 28th, 2009

Tatkalanya seorang pria ragu untuk mengungkapkan perasaannya pada wanita, hanya karena alasan sepele, yaitu cinta yang bertepuk sebelah tangan. jika anda memiliki permasalahan yang sama, maka untuk menghindari keadaan sedemikian, tentu diperlukan beberapa pengetahuan tentang wanita dan tanda-tanda bila seorang wanita mulai jatuh hati kepada Anda, berikut adalah garis besarnya untuk mengantisipasi keadaan :

Wanita menjadi pencemburu

Wanita yg sedang jatuh cinta sering kali mudah cemburu jika pria yang sedang ditaksirnya berbicara dekat dengan wanita lain. Saat itu, dia pun akan memilih menghindari kamu untuk sementara waktu agar hatinya yang sedang kalut bisa tenang kembali.

Dia ingin tahu tentang kamu lebih dalam

Seorang wanita yang sedang jatuh cinta pasti ingin mengetahui segala sesuatu tentang hidup kamu. Cobalah kamu membiarkannya mengetahui tentang hidup kamu, karena ini akan mempermudah jalan kamu bersatu dengannya.

Belakangan Dia punya waktu banyak untuk anda

Wanita yang menyukai Anda akan meluangkan waktu untuk Anda.  Misalnya, meminta tolong anda mengantarnya ke suatu tempat yang sebelumnya tidak pernah dilakukan, atau bahkan  secara ‘tidak sengaja’  dia selalu ada di sekitar Anda.

Mencuri-curi Pandang atau  sering menatap kedua bola mata anda

Wanita yang sedang jatuh cinta sulit mengungkapkan kata-kata cinta secara vulgar, karena tradisi menjaga harga diri. Dia pun lebih sering mengisyaratkan cinta melalui tatapan tajam ke arah kedua bola mata anda. Wanita berharap cara tersebut membuat pria yang disukainya bisa merasakan cinta yang sama dengannya.

Melakukan Komunikasi secara berlebihan

Dia yang sedang jatuh cinta, akan melakukan beberapan kegiatan yang sangat mencolok, seperti menelepon untuk alasan sepele, misalnya bertanya tentang, “Kira-kira buku di gramedia ada yang baru tidak ya?”

Menjawab pesan singkat anda dengan jawaban yang lebih dari apa yang anda harapkan

Wanita yang sedang jatuh cinta pada anda, biasanya menuliskan pesan balasan pada SMS yang anda kirim untuk suatu pertanyaan dengan menyisipkan pertanyaan lain untuk pembicaraan yang lain yang jauh dari topik semula, dan itu selalu dilakukan selama lebih dari seminggu dua minggu.

Cenderung menjadi penurut

Wanita yang jatuh Cinta pada anda biasanya selalu mengikuti jalan pikiran anda, apapun yang anda ingin lakukan dan minta pada dia, maka dia akan senantiasa meng’ia’kan permintaan anda.

Selalu menyisakan sesuatu untuk dibagi dengan anda

Dalam keadaan jatuh cinta, wanita terkadang mengungkapkan secara implisit dengan memberikan beberapa oleh-oleh pada anda dalam setiap kesempatan, begitu pula sebaliknya, ia selalu mengharapkan anda memberikan ia oleh-oleh padanya bila anda bepergian jauh dengan cara yang tak biasa.

Berbicara dengan banyak menebar Keceriaan

Wanita yang sedang jatuh cinta pada seseorang, terkadang ketika melihat seorang pria yang ia sukai di depannya, maka secara naluriah ia akan melakukan pembicaraan dengan rekan-rekannya secara berlebihan, terkadang didepan anda, seorang wanita dapat saja melontarkan keceriaan yang kadang rekannya pun merasa aneh.

Merubah penampilan

Hal yang paling lumrah dilakukan oleh wanita yang sedang jatuh cinta adalah merubah penampilannya menjadi sedikit berbeda dan cenderung feminim.

Dengan gambaran itu, kemudian yang bisa anda lakukan untuk jenjang klarifikasi apakah seorang wanita bener-bener jatuh cinta pada anda, maka cara yang paling mudah untuk mendapat kesimpulan adalah bertanya pada rekan dekatnya, ia pasti tau apa anda disukai oleh wanita yang anda puja-puja…selamat menaklukkan wanita…

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

Top 10 Issue Indonesia, Minggu Pertama Oktober 2009

Rabu, Oktober 28th, 2009

  1. Harga emas kembali menanjak. Kemarin (30/9), harga emas kembali menembus level 1.000 dollar AS per troy ounce, setelah sebelumnya sempat turun ke kisaran 900 dollar AS per troy ounce.  Data Bloomberg pukul 17.30 WIB kemarin, harga emas untuk pengiriman Oktober di Comex Futures NYMEX Amerika Serikat berada di angka 1.000,8 dollar AS per troy ounce. Harga ini naik 0,78 persen dibandingkan harga sehari sebelumnya yang sebesar 993,1 dollar AS per troy ounce.
  2. Aset atau barang milik negara (BMN) yang hancur atau hilang akibat bencana alam termasuk gempa seperti yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) akan dihapus oleh pemerintah.
  1. Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengakui bantuan untuk korban gempa di Sumatera Barat menumpuk di kantor-kantor Bupati. Bantuan belum bisa didistribusikan karena terkendala transportasi. Bachtiar telah menginstruksikan Gubernur Sumatera Barat, untuk menyalurkan bantuan yang menumpuk di kantor-kantor Bupati dengan mobil rescue yang berukuran kecil.
  1. Bank Indonesia (BI) menjamin gempa yang terjadi di wilayah Sumatera Barat tidak akan menyebabkan terganggunya aktivitas perbankan di daerah tersebut. Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad mengatakan pasokan uang tunai di daerah gempa tersebut dipastikan tidak akan terganggu. Pasalnya, BI memiliki jumlah uang yang tersimpan di dalam tempat penyimpanan uang yang cukup besar mencapai Rp 1 triliun. Dan tempat penyimpanan uang itu tadi rusak.
  2. Pesan singkat (SMS) berupa ancaman yang ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya berbuntut panjang. Tim kuasa hukum KPK akan melaporkan hal tersebut kepada Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Senin (5/10) siang ini.
  3. Pemerintah berencana bakal memberikan insentif perpajakan kepada para penyumbang, baik perseorangan maupun perusahaan.  Nilai uang atau barang yang disumbangkan bisa menjadi pengurang pendapatan bruto untuk menghitung penghasilan kena pajak.
  4. Meski hujan deras mengguyur Kota Padang mulai  pukul 16.00 Wib hingga 20.00 Wib, upaya Tim SAR untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan tetap dilakukan. Terlihat tim evakuasi dari BASARNAS, TNI, Polri, rescue teams negara asing, serta para relawan terus mencari korban yang tertimbun dalam reruntuhan Hotel Ambacang di Padang.
  5. Pemerintah menyediakan dana Rp 6 triliun untuk proses rehabilitasi berbagai prasarana fisik dan rumah warga yang hancur akibat gempa berkekuatan 7,6 skala Richter di Sumbar.  Menko Kesra Aburizal menjelaskan, anggaran Rp 6 triliun yang disediakan pemerintah itu nantinya akan diperuntukkan bagi perbaikan rumah-rumah warga yang hancur sebesar Rp 3-4 triliun.
  6. Pihak kepolisian terus mengumpulkan barang bukti terkait meledaknya balon gas raksasa di kawasan Sudirman, Minggu (4/10) kemarin, saat syuting iklan sebuah provider telepon seluler. Akibat peristiwa tersebut, puluhan orang mengalami luka bakar serius.
  7. Kota Manado bertekad menjadi kota pariwisata dunia pada tahun 2010. Cita-cita ini menjadi  tangung jawab seluruh warga kota Manado, Sulawesi Utara. Sekretaris Daerah Kota Manado Harold Monareh di Manado, mengajak       masyarakat Manado untuk turut menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan menyenangkan untuk semua orang.
  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

Wawancara John Perkins Dengan Democracy Now! Di Firehouse Studio, USA

Senin, Oktober 5th, 2009

Barangkali Anda tertarik dengan teori konspirasi, terutama yang ada kaitannya dengan bisnis global dan ekonomi dunia. Teori ini, meskipun saya pribadi menganggap “biasa-biasa” saja, tetapi mungkin cukup menarik untuk dibaca dan direnungkan. Dan ya, berikut saya kutipkan transkrip wawancara dengan John Perkins, mantan anggota “perusak ekonomi” (economic hit men) yang baru saja merilis buku berjudul Confessions of an Economic Hit Man.

Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas bankir internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man, ia menjelaskan bagaimana sebagai seorang profesional yang dibayar mahal, ia membantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin di dunia dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi kemampuan mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. Berikut transrip wawancaranya.

John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan “anggota perusak ekonomi” (economic hit men) – seorang profesional yang dibayar mahal untuk mencurangi negara-negara di dunia dengan triliunan dolar. (Sebenarnya) 20 tahun yang lalu Perkins telah memulai menulis buku dengan judul, Conscience of an Economic Hit Men.

Perkins menulis, “Buku ini didedikasikan untuk presiden di dua negara, mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat respek pada spirit kebaikannya, yaitu Jaime Roldós (presiden Ekuador) dan Omar Torrijos (presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam kecelakaan yang mengerikan. Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka dibunuh karena mereka menolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan, dan pimpinan perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Kami para perusak ekonomi (economic hit men), telah gagal mempengaruhi Roldós dan Torrijos, dan para perusak “jenis yang lain” yaitu CIA-”serigala pengeksekusi” yang selalu di belakang kita, kemudian melakukan tindakan.

John Perkins meneruskan: “Saya dibujuk untuk menghentikan menulis buku itu. Saya telah memulainya empat kali selama dua puluh tahun ini. Pada tiap kejadian besar dunia, hal itu selalu mempengaruhi saya untuk menulis lagi: invasi Amerika ke Panama tahun 1980, Perang Teluk pertama, Somalia, dan kebangkitan Osama bin Laden. Tetapi, ancaman atau sogokan selalu membuat saya berhenti.”

Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan kejadian yang dialaminya. Buku ini diberi judul Confessions of an Economic Hit Man. John Perkins bersama kami di studio Firehouse.

DIALOG :

AMY GOODMAN : John Perkins bergabung dengan kami di studio Firehouse. Selamat datang di Democracy Now!
JOHN PERKINS : Terima kasih Amy. Senang sekali bisa di sini.
AMY GOODMAN : Ini sebuah keberuntungan, membuat Anda bersama kami. Oke, jelaskan makna kata ini, “economic hit man” EHM., seperti halnya Anda menamakannya.
JOHN PERKINS : Pada dasarnya apa yang dilatih kepada kami dan apa pekerjaan kami adalah untuk membangun imperium Amerika. Membawa, merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju berbagai perusahaan kita, dan menuju pemerintahan kita, dan nyatanya kami telah mengerjakan dengan begitu berhasil. Kami telah membangun imperium terbesar dalam sejarah dunia. Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak Perang Dunia II, dengan kekuatan militer yang benar-benar sangat kecil. Hanya suatu kejadian yang amat jarang, yaitu Irak, dimana serbuan kekuatan militer sebagai tindakan paling akhir. Imperium ini, tidak seperti berbagai sejarah lain dunia, telah dibangun terutama melalui manipulasi ekonomi, melalui pencurangan, melaui penipuan, melalui bujukan sehingga mereka mengikuti jalan kita, melalui para economic hit men. Saya adalah salah satu bagian utama dari hal itu.
AMY GOODMAN : Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk siapa Anda bekerja?
JOHN PERKINS : Saya direkrut ketika saya kuliah bisnis di akhir 1960-an oleh Badan Keamanan Nasional (National Security Agency, NSA), institusi terbesar Amerika dan jarang dipahami sebagai organisasi mata-mata, tetapi sepenuhnya saya bekerja pada perusahaan swasta. Economic hit man yang pertama telah pulang kembali pada awal 1950-an, dimana Kermit Roosevelt (cucu dari Teddy) berhasil menumbangkan pemerintahan Iran. Sebuah pemerintahan yang terpilih secara demokratis, yaitu pemerintahan Mossadegh. Majalah Times pernah menjadikan Mossadegh sebagai sosok terpilih dunia (person of the year). Roosevelt telah melakukan begitu sukses, tanpa ada darah yang tumpah -atau mungkin sedikit- tapi tanpa intervensi militer, hanya mengeluarkan jutaan dolar dan telah bisa mengganti Mossadegh dengan seorang Shah dari Iran.
Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan economic hit man sangatlah baik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang dengan Rusia, jika kami berhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya adalah, Roosevelt agen CIA. Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia tertangkap, ia akan mendatangkan banyak kesulitan. Ini pasti akan sangat memalukan. Lalu, dengan mempertimbangkan ini, keputusan yang diambil kemudian adalah menggunakan organisasi seperti CIA dan NSA untuk merekrut orang-orang potensial menjadi economic hit man, seperti saya. Kemudian, mengirim kami untuk bekerja pada perusahaan konsultan swasta, perusahaan rekayasa (engineering), perusahaan konstruksi, jadi kalau kami tertangkap, maka tak ada hubungannya dengan pemerintah.
AMY GOODMAN : Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda bekerja.
JOHN PERKINS : Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Chas. T. Main di Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 pekerja, dan saya menjadi pimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 orang. Tapi pekerjaan saya yang utama adalah pembuat transaksi (deal-making). Yaitu memberikan hutang pada negara lain, hutang raksasa, jauh lebih besar dari kemampuan mereka mengembalikan. Salah satu persyaratan dalam hutang itu —katakanlah dengan utang sebesar satu miliar dolar, kepada negara seperti Indonesia atau Ecuador— negara-negara itu akan memberikan kepada kita 90% dari hutang itu, kembali kepada sebuah perusahaaan Amerika, atau beberapa perusahaan Amerika, untuk membangun infrastruktur. Ada beberapa (perusahaan) yang sangat besar (Halliburton atau Bechtel). Perusahaan-perusahaan besar itu kemudian membangun sistem kelistrikan atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu semua pada dasarnya hanya melayani (diakses) sebagian kecil penduduk, yaitu para orang-orang kaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di negara-negara itu akan tetap saja terus berkubang, hidup dengan hutang raksasa yang tak mungkin dapat dibayar. Negara seperti Ekuador harus membayar hutang dengan 70% dari budget nasional mereka. Ini benar-benar terlalu berat bagi mereka. Lalu, kita meminta kompensasi minyak. Jadi, ketika kita ingin minyak, kita ke Ekuador dan tinggal menuntut, “Lihat, kamu tidak bisa membayar utangmu, maka berikan perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan tropis Amazonmu yang dipenuhi minyak.” Dan kini kita telah menguasai dan menghancurkan hutan tropis Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya kepada kita, karena mereka mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. Jadi kita buat hutang raksasa itu, sebagian besar akan kembali ke Amerika, sementara negeri itu (Ekuador) akan mendapat beban utang dengan bunga yang besar, dan menjadi pelayan kita, menjadi budak kita. Ini (Amerika) adalah sebuah imperium. Tak ada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium raksasa. Ini benar-benar keberhasilan luar biasa.
AMY GOODMAN : Kita sedang berwawancara dengan John Perkins, penulis buku Confessions of an Economic Hit Man. Anda mengatakan karena sogokan dan alasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam waktu lama. Apa maksud Anda? Siapa yang menyogok Anda atau siapa— apakah sogokan itu Anda terima?
JOHN PERKINS : Iya, saya menerima sogokan setengah juta dolar tahun 90-an untuk tidak menulis buku ini.
AMY GOODMAN : Dari?
JOHN PERKINS : Dari sebuah perusahaan besar rekayasa konstruksi.
AMY GOODMAN : Yang mana?
JOHN PERKINS : Bicara secara legal, ini bukanlah.. — Stoner-Webster. Bicara secara legal ini bukanlah sebuah sogokan, ini adalah.. – saya dibayar atas nama sebagai seorang konsultan. Ini semua legal. Tapi sebenarnya saya tak mengerjakan apa-apa. Saya sama sekali tak mengerjakan apa-apa. Ini sangat mudah dimengerti, seperti saya jelaskan dalam Confessions of an Economic Hit Man, itu adalah – saya adalah – itu mudah dimengerti ketika saya menerima uang itu sebagai konsultan mereka, saya tidak melakukan kerja berarti, tapi saya dilarang menulis buku apapun terkait dengan topik itu (pencurangan), ketika mereka mengetahui bahwa saya dalam proses penulisan buku ini, yang pada saat itu saya beri judul Conscience of an Economic Hit Man. Dan saya harus mengatakan pada kamu Amy, bahwa, kamu tahu, ini adalah kisah yang luar biasa – ini nyaris mirip cerita James Bond, betul-betul, dan maksud saya –
AMY GOODMAN : Tentu, itulah tentunya isi buku itu.
JOHN PERKINS : Iya, dan saat itu,… kamu tahu? Dan ketika saya direkrut NSA, mereka memeriksa saya seharian dengan mesin penguji kebohongan. Mereka menemukan semua kelemahan saya dan kemudian membujuk saya. Mereka menggunakan sarana yang paling kuat dalam kebudayaan kita yaitu seks, kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan saya. Saya berasal dari keluarga Inggris yang sangat tua, Calvinis, tertanam begitu kuat nilai-nilai moral. Saya pikir, kamu tahu, saya adalah orang yang baik sepenuhnya, dan saya pikir kisah tentang saya benar-benar memperlihatkan bagaimana kuatnya sistem itu dan begitu kuatnya pengaruh “candu” seks, uang, dan kekuasaan, sehingga dapat membujuk rayu, karenanya saya begitu terbuai dan terbujuk. Dan jika saya tidak mengalami sendiri sebagai economic hit man, saya pikir saya akan sangat sulit mempercayai, ada yang melakukan hal itu. Dan inilah mengapa saya menulis buku ini, karena negara kita (Amerika) betul-betul harus dimengerti, jika masyarakat dari bangsa ini memahami bagaimana sebenarnya kebijakan luar negeri kita, apa arti hutang luar negeri sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan kita bekerja, kemana uang pajak kita digunakan, saya tahu kita akan menuntut perubahan.
AMY GOODMAN : Kita sedang mewawancarai John Perkins. Pada buku Anda, Anda mengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan sebuah rencana rahasia menyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu petro-dolar (Arab) kembali ke ekonomi Amerika, dan kemudian mengikat hubungan antara Pemerintahan Arab dan pemerintahan Amerika berturut-turut. Jelaskan.
JOHN PERKINS : Ya, ini adalah suatu waktu yang mencengangkan. Saya mengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin terlalu muda untuk mengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik. Di awal 70-an OPEC menggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai minyak. Mobil-mobil kita antre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara ini (Amerika) takut akan mengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 -depresi besar ekonomi- ini sama sekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka – Departemen Keuangan (Treasury Department) menyewa saya dan beberapa economic hit men yang lain. Kami kemudian pergi ke Arab Saudi. Kami ..
AMY GOODMAN : Anda benar-benar yang dinamakan economic hit men, EHM.
JOHN PERKINS : Ya, itu adalah julukan bagi kami. Secara legal, saya adalah pimpinan ekonom. Kami menjuluki kami sendiri EHM. Ini sepertinya tak seorangpun yang bakal mempercayainya jika kami mengungkapkannya, kamu tahu? Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di awal 70-an. Kami tahu Arab Saudi adalah kunci untuk melepaskan kita dari ketergantungan, atau mengontrol situasi. Dan kami bekerja menyelesaikannya dimana Kerajaan Arab menyetujui mengirimkan hampir semua petro-dolar mereka (minyak/emas hitam) dan mereka menginvestasikan pada sekuritas-sekuritas pemerintahan Amerika (U.S. Government Securities). Departeman Keuangan menggunakan bunga dari sekuritas-sekuritas itu untuk menyewa perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun Arab Saudi-kota-kota baru, infrastruktur baru- dan kita mengerjakannya. Dan kerajaan Arab menyetujui untuk menjaga harga minyak dalam batas kemampuan jangkauan kita (Amerika), mereka telah melakukannya bertahun-tahun, dan kami menyetujui menjaga kekuasaan Kerajaan Arab selama mereka melakukan hal yang kita inginkan, kami telah berhasil melakukannya.
Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. Pertama kalinya, di Irak kita mencoba menjalankan straegi yang sama, yang begitu berhasil di Arab Saudi, tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. Ketika skenario economic hit men ini gagal, langkah lain yang dilakukan adalah yang kita namakan “serigala-serigala” (the jackals). “Serigala-serigala” itu adalah CIA, dengan mengirimkan orang-orang “masuk” (Irak) dan mencoba menggerakkan sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak berhasil, mereka melakukan operasi pembunuhan atau mencobanya. Pada kasus Irak, mereka tak mampu menjangkau Saddam Hussein. Ia mempunyai—- pasukan penjaganya (bodyguards) terlalu tangguh, berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat menjangkaunya. Lalu mereka melakukan langkah ketiga “pertahanan”, jika economic hit men dan the jackals gagal, langkah lain “pertahanan” itu adalah orang-orang kita dikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah yang nyata-nyata telah kita kerjakan di Irak.
AMY GOODMAN : Terangkan bagaimana Torrijos terbunuh?
JOHN PERKINS : Omar Torrijos adalah Presiden Panama. Omar Torrijos telah menandatangani Perjanjian Kanal (Canal Treaty) dengan Carter — dan, kamu tahu, ini hanya melalui persetujuan satu orang anggota Senat/Kongres. Ini adalah isu tingkat tinggi. Dan Torrijos kemudian juga pergi dan bernegosiasi dengan Jepang untuk membangun sebuah kanal-laut di Panama. Jepang berkeinginan membiayai dan membangun kanal-laut di Panama itu. Perundingan Torrijos ini membuat sangat marah Perusahaan Bechtel, waktu itu direkturnya adalah George Schultz dan senior council adalah Casper Weinberger. Ketika Carter terdepak (dan terdapat cerita yang menarik- apa sebenarnya yang terjadi), ketika ia kalah dalam pemilihan, dan Reagan terpilih, lalu Schultz menjadi menteri luar negeri dari Bechtel, serta Weinberger dari Bechtel juga menjadi menteri pertahanan, mereka benar-benar marah pada Torrijos – mencoba menegosiasi kembali Perjanjian Kanal dan untuk tidak berhubungan dengan Jepang. Ia (Torrijos) tetap tak bergeming, menolak.
Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang punya persoalan dalam dirinya, tapi ia adalah seorang yang punya prinsip. Ia adalah orang yang mengagumkan, si Torrijos itu. Dan kemudian, ia terbunuh dalam kecelakaan pesawat yang mengerikan, dimana ini berhubungan dengan tape recorder yang meledak bersamanya, dimana —- Saya ada di sana (Panama). Saya sedang bekerja sama dengan dia. Saya tahu, kami (economic hit men) telah gagal. Saya tahu para “serigala-serigala” (the jackals) sedang mendekati dia, dan kemudian, pesawatnya meledak dengan sebuah tape recorder dengan bom didalamnya. Saya tak meragukan sama sekali bahwa ini adalah “sanksi” dari CIA, dan sebagian besar – para investigator Amerika Latin mempunyai kesimpulan yang sama. Tentu saja, kita tak pernah tahu tentang hal ini di negara kita (Amerika).
AMY GOODMAN : Lalu, dimana – kapan Anda mengubah pandangan Anda?
JOHN PERKINS : Saya merasa sangat bersalah sepanjang waktu, tapi saya dibujuk rayu. Kekuatan obat-obatan, seks, kekuasaan, dan uang, sungguh terlalu sangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, saya melakukannya sebagai seorang yang tepat. Saya adalah pimpinan ekonom. Saya melakukan sesuatu yang Robert McNamara (Presiden Bank Dunia) inginkan dan begitu juga kelanjutannya.
AMY GOODMAN : Bagaimana dekat Anda dengan Bank Dunia?
JOHN PERKINS : Sangat, sangat dekat dengan Bank Dunia. Bank Dunia menyediakan hampir semua biaya yang digunakan economic hit men, ia (Bank Dunia) dan IMF. Tapi ketika terjadi 11 September (WTC ditabrak pesawat), saya berubah pandangan.
Saya tahu cerita kejadian ini harus diungkapkan karena apa yang terjadi pada 11 September adalah akibat langsung dari apa yang economic hit men lakukan. Dan hanya dengan jalan bahwa kita merasa aman pada negara ini kembali, dengan adanya rasa kebaikan tentang kita, dimana kita menggunakan sistem kita untuk melakukan perubahan positif di berbagai belahan dunia. Dan saya percaya kita dapat melakukannya. Saya percaya bahwa Bank Dunia dan institusi lain dapat diubah dan melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan, yaitu merekonstruksi bagian-bagian yang luluh-lantak di dunia. Menolong, sungguh-sungguh menolong orang-orang miskin. Ada 24 ribu manusia mati kelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat merubah itu.
AMY GOODMAN : John Perkins, saya mengucapkan terima kasih sekali Anda telah bersama kami. John Perkins seorang yang telah menulis Confessions of an Economic Hit Man.

——-
Diterjemahkan secara bebas oleh Setyo Budiantoro (Bina Swadaya), dari wawancara John Perkins dengan kantor berita Democracy Now (Amerika).

Warning: Apapun yang anda baca, lihat, dan dengar, haruslah dicerna dan disikapi dengan sebaik-baiknya, serta ditimbang dengan logika dan rasio yang wajar, tanpa prasangka dan praduga. Jaga pikiran anda agar tetap terbuka dan bersikaplah dewasa. Apapun yang Anda baca adalah tanggungjawab Anda sendiri untuk memilahnya. Karena apa yang belum pernah Anda baca, fakta ataupun sekedar issue, seringkali sangat menakutkan

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

Top of page