Tenggelam

Oktober 28, 2009 at 3:08 AM , by De Andiwinata

Sebaiknya aku diam
menanti awan berhenti kelam
bertaruh renung ke masa yang silam
relakanlah ku padam

rindu pada pikiran awam
membuat ku melarung visi tinggalkannya karam
dan bahagia bila ku dengar kau menjadi paham
biarlah aku kian tenggelam

mungkin takkan mati suatu waktu
kala wangi surga mengingatkanku padamu
hanya satu yang selalu kutahu
manis senyummu adalah harta bagiku

dan lihatlah ke langit biru
sebuah masa kan abadi untuk dirindu
sehingga bahagia bila ku ingat kau tersipu
berjumpaku, ketika hari masih muda itu…

- De -

  • Twitter
  • Facebook
  • Yahoo Mail
  • Share/Bookmark

No Comments

Category Sajak / Tags: /

Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Google, Twitter, Yahoo, reddit, Blogmarks, Ma.gnolia.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

No Responses to “ Tenggelam ”

By submitting a comment here you grant Lukisan Murah a perpetual license to reproduce your words and name/web site in attribution. Inappropriate comments will be removed at admin's discretion.

Top of page